PPKM Darurat Jawa-Bali, Pelni Batasi Akses Penjualan Tiket

Spread the love

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni membatasi akses penjualan tiket kapal saat PPKM darurat Jawa-Bali dari 3 sampai 20 Juli 2021. PT Pelni akan menghentikan sementara penjualan tiket melalui online sampai travel agent. Kepala Kesekretariatan PT Pelni Opik Taufik menyampaikan bahwa penjualan tiket hanya dapat dilakukan melalui loket  kantor cabang PT Pelni demi kenyamanan dan keamanan. PT Pelni juga mendorong semua pelanggan atau calon penumpang kapal untuk  melakukan pembayaran secara cashless.

Penjualan tiket akan dibatasi dengan tujuan mencegah penularan virus covid-19 dari penumpang sehingga akan diadakan pembatasan akses penjualan tiket. Namun calon penumpang akan tetap mendapatkan kesempatan untuk membeli tiket hanya saja dibatasi hanya melalui kantor cabang PT Pelni saja. Bagi penumpang yang ingin melakukan pembatalan juga hanya bisa dilakukan melalui kantor cabang PT Pelni saja meskipun saat pembelian tiketnya secara online atau di travel agent.

Pembatasan Akses Penjualan Tiket Kapal Pelni Selama PPKM

Penjualan tiket kapal akan disentralisasi melalui loket kantor cabang PT Pelni mulai dari tanggal 3 Juli 2021. Pelanggan atau calon penumpang kapal dapat bepergian dari dan ke Pulau Jawa dan Bali dengan menyertakan hasil negatif  tes PCR. Masa berlaku surat hasil negatif covid-19 adalah 2×24 jam  atau hasil negatif rapid tes antigen yang diberikan masa berlaku 1×24 jam. Oleh sebab itu, calon penumpang kapal Pelni harus memperhatikan informasi penjualan tiket terbaru saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali.

Selama masa PPKM Darurat, pelanggan  harus dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi minimal dosis pertama sebagai salah satu syarat pelengkap dokumen perjalanan. Selain itu, untuk mengakomodir kebutuhan vaksinasi bagi pelanggan kapal Pelni yang belum mendapatkan sosis pertama maka akan diupayakan dengan memfasilitasi vaksinasi sehingga dapat bepergian menggunakan kapal Pelni. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk kenyamanan dan keamanan seluruh penumpang kapal.

Bagi penumpang yang tidak ataupun belum mendapatkan vaksinasi dengan alasan medis maka harus dibuktikan dengan menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis. Mengingat ada syarat tertentu bagi masyarakat yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi karena alasan medis sehingga harus membuktikan dengan surat keterangan dari dokter untuk mengikuti perjalanan dengan kapal Pelni.

PT Pelni masih berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan atau KKP, Otoritas Pelabuhan dan juga Dinas Kesehatan setempat dalam memberikan vaksinasi kepada penumpang. Sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh penumpang yang mengikuti perjalanan laut dengan kapal Pelni. Oleh sebab itu,  bagi penumpang harus siapkan diri untuk mendapatkan vaksinasi dan jika sudah mendapatkan dosis pertama di daerah setempat maka wajib memberikan bukti vaksinasi yang sudah didapatkan secara sah.

Pelni adalah salah satu Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang transportasi laut dan sekarang mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang. Selain itu, menyinggahi 76 pelabuhan dan juga melayani sekitar 1.058 ruas. Pelni melayani 45 trayek kapal perintis yang merupakan sarana aksesibilitas bagi mobilitas masyarakat di daerah 3TP sehingga dapat menyinggahi 285 pelabuhan dan dengan 3.811 ruas. Selain itu, sekarang Pelni mengoperasikan  kapal Rede sebanyak 16.

Seperti itulah kebijakan yang diberikan oleh PT Pelni dalam membatasi akses penjualan tiket kapal saat PPKM darurat Jawa-Bali dari 3 sampai 20 Juli 2021 sehingga harus diperhatikan oleh seluruh penumpang.